skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Kamu Harus Tau! Apa Itu Sinusitis?

Kamu Harus Tau! Apa Itu Sinusitis?

Sinusitis adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus. Sinus adalah rongga kecil berisi udara yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi. Sinusitis termasuk penyakit umum yang bisa menjangkiti orang-orang pada segala umur.

Beberapa tipe sinusitis berdasarkan lamanya perjalanan penyakit, antara lain:

  1. Sinusitis akut.
  2. Sinusitis Subakut.
  3. Sinusitis Kronis.
  4. Sinusitis Kambuhan.

Sinus membuka lubang pada hidung dan membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru-paru. Terdapat empat pasang sinus di kerangka kepala manusia yaitu di belakang dahi, di kedua sisi dari batang hidung, di belakang mata, serta di belakang tulang pipi.

Lendir atau mukosa yang dihasilkan oleh sinus mengalir ke hidung melalui saluran-saluran kecil. Saluran ini bisa terhalang jika sinus terinfeksi atau mengalami peradangan.

Penyebab sinusitis yang paling umum adalah karena infeksi virus. Sering kali disebabkan oleh virus flu atau pilek yang disebarkan sinus dari saluran pernapasan atas. Setelah terjadi pilek atau flu, infeksi bakteri sekunder bisa terjadi. Ini akan menyebabkan dinding dari sinus mengalami peradangan atau inflamasi. Gigi yang terinfeksi juga bisa membuat sinus ikut terinfeksi.

Diagnosis sinusitis bisa dilakukan oleh dokter dengan melihat gejala yang terjadi. Misalnya hidung tersumbat atau beringus dengan rasa nyeri pada wajah. Jika sinusitis yang diderita sudah parah atau muncul kembali, Anda disarankan untuk menemui dokter spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan). Dokter spesialis ini akan mencoba mencari penyebab utama dari sinusitis yang terjadi. CT scan juga bisa digunakan untuk mencari tahu penyebab sinusitis.

Sekitar 60% penderita sinusitis tidak perlu menemui dokter karena kebanyakan kasus yang disebabkan virus akan hilang dengan sendirinya. Sinusitis butuh waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk sembuh sepenuhnya. Kondisi ini lebih lama dibandingkan pilek. Jika Anda menderita sinusitis ringan, obat-obatan pereda rasa sakit dan dekongestan akan membantu mengurangi gejala yang timbul.

Periksakan pada dokter jika gejala tidak membaik setelah seminggu memulai pengobatan, memburuk atau terus-menerus kembali. Dalam kasus seperti ini, antibiotik dan steroid semprot atau tetes mungkin akan diresepkan oleh dokter.

Untuk kasus sinusitis yang parah, ada kemungkinan dibutuhkan operasi untuk meningkatkan fungsi sinus dan juga fungsi drainase-nya. Operasi hanya disarankan jika pengobatan sinusitis lainnya gagal memberikan hasil.

Komplikasi sinusitis sangatlah jarang terjadi. Ketika terjadi komplikasi, kondisi ini lebih cenderung menjangkiti anak-anak dibandingkan orang dewasa. Sinusitis pada anak bisa menyebabkan terjadinya selulitis. Selulitis adalah infeksi yang menyebabkan pembengkakan kelopak mata dan tulang pipi. Ini disebabkan oleh tersebarnya bakteri pada kulit atau jaringan sel-sel.

Jika gejala itu muncul, bawa anak Anda menemui dokter. Mungkin saja anak Anda akan dirujuk menemui dokter spesialis THT. Untuk kasus sinusitis parah, obat antibiotik diberikan untuk mengendalikan penyebaran infeksi ke tulang sekitarnya.

Komplikasi pada sinusitis akut antara lain:

  • Memicu kambuhnya asma.
  • Terjadinya sinusitis kronis atau jangka panjang.
  • Jika infeksi menyebar ke dinding otak, bisa menyebabkan meningitis.
  • Masalah dalam penglihatan.

Gejala awal dari infeksi sinus adalah munculnya mukosa atau lendir berwarna kuning atau hijau dari hidung. Wajah juga akan terasa nyeri di sekitar dagu, mata, dan dahi, terutama jika ditekan. Sinusitis biasanya muncul setelah infeksi saluran pernapasan atas, misalnya karena pilek dan flu. Kondisi ini biasanya ringan dan akan hilang dalam waktu tiga bulan. Sinusitis juga bisa memicu terjadinya demam dan sakit gigi.

1. Sinusitis Kronis atau Jangka Panjang

Sinusitis kronis atau jangka panjang adalah infeksi sinus yang bertahan lebih lama dari tiga bulan. Sinusitis kronis bisa muncul akibat infeksi bakteri sekunder atau karena alergi. Ini akan menyebabkan dinding membran hidung dan sinus mengalami peradangan. Gejala yang muncul pada sinusitis kronis antara lain:

  • Hidung beringus dan tersumbat
  • Sakit kepala
  • Wajah terasa nyeri
  • Indera penciuman berkurang
  • Bau napas

2. Sinusitis Pada Anak-anak

Anak-anak dengan sinusitis akan merasa mudah kesal, tidak selera makan, dan bernapas dengan mulut. Suara mereka akan terdengar sengau. Mereka seolah-olah mengalami pilek berat karena sinusnya tertutup. Jika muncul gejala seperti itu, bawalah anak Anda untuk menemui dokter.