skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Awal Sinusitis

Gejala Awal Sinusitis

Sinusitis menjadi penyakit yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak hingga orang lanjut usia. Penyakit ini menyebabkan penderitanya tidak bisa bernafas dengan baik karena cairan lendir yang memenuhi rongga sinus.

Pada awalnya sinusitis terlihat seperti gejala flu dengan rasa dingin yang menyerang pada cuaca dingin. Setelah itu biasanya disertai dengan beberapa reaksi alergi terhadap debu, cuaca dingin dan kondisi lingkungan yang tidak baik.

Selama beberapa hari maka penderita akan merasa demam, badan yang lemah dan nafsu makan yang terus menurun. Beberapa gejala ringan ini harus diatasi sebelum menjadi sinusitis pada tahap yang lebih akut. Jarak sinusitis akut menjadi sinusitis tahap kronis membutuhkan waktu sekitar tiga bulan atau lebih, jadi gejala sinusitis harus mendapatkan perawatan yang cepat.

Penyakit sinusitis memang pada awalnya terlihat seperti gejala influenza. Banyak penderita yang tidak menyadari bahwa sebenarnya terkena sinusitis. Gejala yang lebih parah biasanya akan terjadi setelah 3 atau 4 minggu dari kondisi influenza yang tidak mengalami perubahan, meskipun sudah diobati. Berikut ini beberapa gejala awal sinusitis.

  1. Keluar Cairan Kuning Kehijauan dan Kental

Infeksi dari bakteri atau virus yang menyebabkan sinusitis, juga bisa membuat perubahan warna cairan atau lendir yang keluar dari hidung. Banyaknya cairan yang keluar dari hidung akan mengalami perubahan warna dari mulai cairan putih bening pada tahap awal dan akan berubah menjadi cairan kental kuning kehijauan pada tahap akhir.

Kondisi ini akan menyebabkan cairan keluar dari hidung dan tenggorokan. Terkadang beberapa penderita merasa nyeri dan gatal pada bagian tenggorokan belakang hingga telinga. Cara untuk mengatasi gejala ini bisa dibantu dengan minum air hangat untuk mencegah penyumbatan cairan pada rongga sinus. Air putih dan teh hangat bisa membuat kondisi lebih baik.

  1. Sakit Kepala Berat

Sakit kepala berat sering dialami oleh penderita sinusitis karena tekanan peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Tekanan dan peradangan bisa menyebabkan rongga sinus membengkak sehingga menyebabkan sakit kepala pada bagian sekitar mata dan rahang atas.

Bahkan jika kondisi ini tidak mendapatkan perawatan maka peradangan dapat menyebar hingga ke bagian telinga, sakit gigi dan perasaan berat pada bagian pipi. Tekanan yang paling berat biasanya akan terjadi pada pagi hari karena saat malam hari semua cairan akan menumpuk pada salah satu rongga sinus.

  1. Batuk Terus Menerus

Aliran cairan yang terjadi pada rongga sinus juga bisa mengalir hingga ke bagian tenggorokan. Gangguan cairan di belakang tenggorokan juga bisa menyebabkan tenggorokan mengalami infeksi dan iritasi. Kejadian ini dalam jangka waktu panjang maka bisa menyebabkan batuk yang terjadi dalam waktu lama.

Biasanya batuk akan berkurang saat siang hari dan akan bertambah parah pada malam hari. Kondisi ini dapat diatasi dengan tidur dengan posisi duduk karena bisa mengurangi cairan pada bagian belakang tenggorokan.

  1. Tubuh Terada Lebih Lelah

Penderita sinusitis akan mengalami kondisi ini selama beberapa hari. Infeksi menyebabkan banyak cairan yang keluar dari hidung dan tenggorokan. Setelah itu gejala sinus ini akan membuat tubuh menjadi lebih lemah dan lelah karena rasa pusing dan gangguan pada pernafasan. Bila pernafasan semakin berat maka penderita akan mengalami kesulitan untuk beraktifitas.

  1. Sakit Secara Terus Menerus pada Area Sinus

Rasa sakit yang disebabkan karena infeksi sinusitis memang sangat komplek. Rasa sakit bisa terjadi pada bagian dahi, sekitar mata, hidung, pipi, gigi dan rahang pada bagian atas. Kondisi rasa sakit ini bisa muncul dalam waktu yang lama dan biasanya hanya akan berkurang sedikit setelah dilakukan pengobatan dengan obat anti inflamasi.

Bila terjadi peradangan maka rasa sakit akan bertambah lebih parah dan sulit untuk diatasi. Untuk mengurangi rasa sakit maka bisa melakukan kompres dengan air hangat yang ditempelkan pada area sekitar dahi, tulang hidung dan pipi.