skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pengertian Sinusitis

Pengertian Sinusitis

adalah peradangan pada rongga sinus yang disebabkan oleh bahan-bahan iritan seperti bahan kimia yang masuk melalui hidung serta bakteri atau virus. Biasanya sinus berisi udara, tetapi ketika sinus tersumbat dan berisi cairan, kuman ( bakteri, virus, dan jamur ) dapat berkembang dan menyebabkan infeksi.

Penyakit sinusitis ini juga banyak ditemukan pada penderita yang mengalami pilek menahun akibat alergi terhadap debu dan sari bunga. Sinus sendiri merupakan rongga udara yang terdapat pada bagian padat tulang tengkorak disekitar wajah, yang berfungsi untuk memperingan tulang tengkorak. Lalu bagaimana dan apa penyebab serta gejala sinisitis itu sendiri?

Sinusitis akut biasanya berhubungan dengan infeksi hidung atau gigi dan berkembang bersama obstruksi ostia, absorpsi oksigen dengan tekanan negatif dan kongesti mukosa sinus yang diikuti oleh invasi bakteri, infiltrasi lekosit, pembentukan pus serta tekanan positif.

Gejala mencakup sekret hidung purulenta dan nyeri. Terapi mencakup penggunaan dekongestan (topikal dan sistemik), pemanasan, pelembab serta antibiotika yang tepat selama 10 sampai 14 hari.

Infeksi sinus virulen atau mukokel terinfeksi (kista retensi mukus) dalam sinus frontalis atau ethmoidalis, dapat menyebabkan osteomielitis atau erosi tulang dengan penyebaran infeksi ke orbita atau intrakranium.

Sinusitis ethmoidalis akut terutama berhubungan dengan peradangan orbita, yang tampil dengan selulitis palpebra, proptosis, serta pergeseran bola mata ke lateral dan inferior, diikuti oleh pembatasan gerakan esktraokular, abses orbita dan kebutaan.

Terapi mencakup terapi antibiotika parenteral. Drainase dan dekompresi orbita dengan etmoidektomi eksterna melalui insisi orbita medial diperlukan sebelum timbul kehilangan lengkap gerakan ekstraokular dan penglihatan.

Abses sinus frontalis dialirkan oleh trefinasi dinding medial inferior. Mukokel atau lesi sinus frontalis lain bisa didekati dengan flap osteoplastik dinding anterior melalui insisi alis mata atau insisi kulit kepala di belakang garis rambut. Membran mukosa dan lesi lain disingkirkan, serta rongga di tutup dengan cangkok lemak dari dinding abdomen.

Sinusitis maksilaris kronika biasanya berespon terhadap antrostomi intranasal yang ditempatkan melalui dinding nasal latera di bawah konka inferior. Sinusitis maksilaris parah bisa memerlukan pembuangan mukosa yang sakit atau polip melalui operasi Caldwell Luc yang memungkinkan pemaparan keseluruhan kavitas sinus melalui insisi sublabia atas dan osteotomi dinding anterior.

Pembedahan intranasal untuk sinusitis ethmoidalis membawa peningkatan resiko cedera intrakranial atau orbita etmoidektomi eksterna lebih aman. Sinus sfenoidalis dipaparkan optimum melalui etmoidektomi eksterna atau pendekatan transseptum menggunakan mikroskop operasi dan kendali fluoroskopi intraoperasi.

Penyebab sinusitis dapat terjadi bila terdapat gangguan pengaliran udara dari dan ke rongga sinus serta adanya gangguan pengeluaran cairan mukus. Selain itu adanya demam, flu, alergi dan bahan iritan juga menjadi penyebab terjadinya penyakit sinusitis.

Biasanya cairan mukus ini sulit keluar karena terjadi pengentalan yang disebabkan oleh pemberian obat anthisistamin, penyakit fibro kistik dan lain-lain. Sel penghasil mukus memilki rambut halus (silia) yang selalu bergerak untuk mendorong cairan mukus keluar dari rongga sinus.

Asap rokok merupakan penyebab utama rusaknya rambut halus ini, sehingga pengeluaran cairan mukus menjadi terganggu. Cairan utama yang terakumulasi di rongga sinus dalam jangka waktu yang lama merupakan tempat yang nyaman bagi hidupnya bakteri, virus dan dan jamur yang akhirnya terjadi infeksi sinusitis tersebut.

Sinusitis dapat diatasi dengan pemberian antibiotik oleh dokter. Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor yang menyebabkan sinusitis.