skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Sinusitis Adalah

Sinusitis Adalah

Penyakit sinus atau sinusitis adalah salah satu penyakit yang paling umum di Amerika Serikat. Lebih dari 15 juta kunjungan ke dokter umum disebabkan oleh sinusitis dan menghabiskan biaya sekitar 140 juta dolar hanya untuk pengobatan.

Sinusitis adalah peradangan sinus, rongga berisi udara yang dapat ditemukan di berbagai bagian tengkorak: frontal (bagian bawah dahi), maxillary (tulang pipi), sphenoid (bagian belakang rongga hidung), dan ethmoid (di antara jembatan hidung dan mata). Keempat bagian tengkorak tersebut dikenal sebagai sinus paranasal.

Walaupun sinus berperan penting dalam meningkatkan kualitas suara kita, fungsi utama sinus adalah untuk menghasilkan mukus (cairan lengket dan tebal) di hidung untuk menghentikan alergen, kuman, dan zat lain yang dapat menyebabkan infeksi dan membahayakan kesehatan seseorang.

Dengan bantuan dari silia, yang bentuknya sangat kecil seperti rambut, mukus dan zat yang tertangkap oleh mukus akan didorong ke tenggorokan, melewati perut, sampai akhirnya hilang dengan sendirinya. Proses ini sangatlah tidak kentara sampai seseorang bisa saja tidak merasakannya.

Sinusitis disebabkan oleh faktor tertentu, mulai dari kelainan bawaan sampai virus atau bakteri, yang menyebabkan peradangan sinus. Kemudian, sinus akan menghasilkan mukus yang sangat tebal, sehingga silia tidak dapat mendorong mukus ke tenggorokan.

Sinusitis memiliki banyak jenis yang biasanya dibedakan berdasarkan durasinya:

  1. Akut – Sinusitis akut terjadi secara tiba-tiba, namun juga tidak bertahan lama. Bahkan, peradangan sinus biasanya hilang dengan sendirinya, atau dapat disembuhkan dengan obat biasa seperti antibiotik.
  2. Sub-akut – Sinusitis dianggap sub-akut apabila terjadi selama lebih dari 3 minggu namun kurang dari 12 minggu.
  3. Kronis – Ketika seseorang mengalami sinusitis sampai 3 bulan, berarti sinusitis bersifat kronis. Walaupun sinusitis bertahan selama waktu yang cukup lama namun biasanya tidak bersifat parah.
  4. Menular – Sinusitis biasanya tidak menular, walaupun disebabkan oleh bakteri. Namun, apabila sinusitis terjadi akibat virus, seperti virus pilek atau flu, sinusitis menjadi gampang menular dan biasanya ditularkan melalui sentuhan tangan.

Peradangan sinus dapat disebabkan oleh faktor berikut:

  1. Rhinitis alergi – Banyak orang yang keliru antara sinusitis dan rhinitis karena keduanya adalah penyakit yang ditandai dengan mukus yang sangat tebal. Rhinitis adalah reaksi alergi terhadap serbuk sari, bulu hewan, debu, dan lain-lain, yang menyebabkan iritasi hidung.

Ketika hidung mengalami iritasi, hidung akan dipaksa untuk menghasilkan lebih banyak mukus. Saat mukus terdorong ke tenggorokan, tenggorokan juga akan mengalami iritasi, dan pasien akan terbatuk.

  1. Kelainan bawaan – Penyumbatan sinus dapat disebabkan oleh kelainan bentuk tulang di rongga hidung dan septum (pembatas di antara kedua rongga hidung) yang bengkok.
  2. Virus – Virus pilek akan memengaruhi saluran hidung, namun karena sinus berada di dekat hidung, ada kemungkinan virus akan berpindah dan masuk ke sinus. Sinusitis yang disebabkan oleh virus biasanya bertahan lebih lama daripada pilek. Virus yang menyebabkan flu juga dapat menyebabkan sinusitis.
  3. Infeksi gigi – Bakteri dapat bersarang di banyak bagian mulut, termasuk gigi dan gusi. Apabila tidak segera ditangani, bakteri dapat menyebabkan peradangan, yang dapat menyebar ke sinus maksila.

Pasien yang menderita sinusitis dapat ditangani oleh dokter umum. Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk mengukur suhu tubuh, merasakan struktur wajah, atau mencari tanda-tanda sinusitis pada tubuh, seperti bercak merah atau cairan hidung yang berwarna hijau. Ia juga dapat memeriksa riwayat kesehatan pasien, terutama apabila pasien telah didiagnosis menderita flu atau pilek sebelum gejala sinusitis terjadi.

Dokter juga dapat menggunakan senter kecil untuk memeriksa sinus. Apabila sinus sulit dilihat, ia dapat memasukkan endoskop, tabung kecil yang fleksibel dan memiliki cahaya dan kamera di ujungnya, sehingga ia dapat melihat kondisi di dalam rongga hidung melalui layar.

Tergantung pada diagnosis yang dihasilkan, pasien dapat diberi obat-obatan. Apabila setelah pengobatan selesai dan sinusitis belum sembuh atau bertambah parah, dokter umum dapat menyarankan pasien untuk menemui dokter THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.